Jumat, 09 Maret 2012

MeTode Persediaan barang Dagangan




Persediaan

Persediaan adalah barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual kembali atau diproses kembali. Persediaan merupakan aset dan merupaka n unsur aktiva lancar dalam neraca.
Terdapat macam-macam persediaan barang:
  1. Barang yang tersedia untuk dijual ( barang dagang/barang jadi)
  2. Barang yang masih dalam proses produksi untuk diselesaikan, kemudian dijual (barang dalam proses/pengolahan )
  3. Barang yang akan digunakan untuk produksi barang­ barang jadi yang akan dijual ( bahan baku dan bahan pembantu ) dalam kegiatan normal perusahaan.
Sifat-sifat persediaan diantaranya; biasanya merupakan aktiva lancar dengan perputaran < 1 tahun, merupakan jumlah yang besar dan memiliki pengaruh besar terhadap perubahan neraca dan laporan laba rugi. Memperhatikan sifat persediaan maka pada akhir periode akuntansi selalu dilakukan pemeriksaan persedian dengan tujuan mencocokkan pencatatan dengan jumlah barang digudang, kegiatan ini kita kenal dengan istilah STOCK OPNAME.

Metode Pencatatan Akuntansi Persediaan
Secara umum terrbagi 2 (dua), Metode Fisik dan Metode Perpetual. Kedua metode ini memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya. Penjelasan tentang kedua metode ini adalah sebagai berikut:
1. Metode Fisik
Pada system ini, Harga Pokok Penjualan ( cost of goods sold ) baru dihitung dan dicatat pada akhir periode akuntansi. Cara yang dilakukan adalah dengan menghitung kuantitas barang yang ada di gudang di setiap akhir periode, kemudian mengalikanya dengan harga pokok per unitnya. Dengan cara ini maka jumlahnya, baik pisik maupun harga pokoknya, tidak dapat diketahui setiap saat. Konsekuensinya, jumlah barang yang hilang tidak dapat dideteksi oleh system ini.


2. Metode Perpetual
Dalam system perpetual, perubahan jumlah persediaan ( fisik maupun rupiah ) dimonitor setiap saat. Caranya dengan menyediakan kartu persediaan untuk setiap jenis persediaan. Apabila ada selisih dalam pencatatan persediaan maka pada jurnal dicatat sebagai selisih pencatatan persediaan.
Perbedaan pencatatan transaksi persediaan barang pada metode fisik dan perpetual secara rinci pada tabel berikut:


Perbedaan Metode Fisik dan Perpetual


TRANSAKSI

METODE FISIK

METODE PERPETUAL
Pembelian
PembelianUtang Dagang/Kas
Persediaan barangUtang dagang/Kas
Pembayaran Biaya Angkut Pembelian
Beban Angkut PembelianKas
Persediaan barang dagangKas
Penjualan
Kas/Piutang DagangPenjualan
Kas/Piutang DagangPenjualan 
(Menurut harga Jual)
Harga Pokok Penjualan
Persediaan barang dagang
(Menurut harga pokok)
Retur Pembelian & PH
Utang Dagang/KasRetur Pembelian & PH
Utang dagang/KasPersediaan barang dag
Retur Penjualan & PH
Retur Penjualan &
PHKas/Piutang Dagang
Retur Penjualan & PHKas/Piutang 
(Menurut Harga jual)
Persediaan barang dagang
HPP
(Menurut Harga Pokok/perolehan)
Pembayaran utang dalam periode/masa potongan
Utang DagangPotongan Pembelian 
Kas
Utang DagangPotongan Pembelian 
Kas
Penerimaan piutang dalam periode/masa potongan
KasPotongan Penjualan 
Piutang Dagang
KasPotongan Penjualan 
Piutang Dagang
Pembayaran biaya angkut penjualan
Beban angkut penjualanKas
Beban angkut penjualanKas
Perhitungan HPP
HPPPersediaan awal 
Pembelian
Beban angkut pembelian
Retur pembelian & PH
Potongan Pembelian
Pembelian bersih
Barang Siap untuk dijual
Persediaan akhir
HPP
HPP akan dihitung berdasarkan kartu persediaan barang
Penyesuaian Persediaan akhir
Iktisar L/RPersediaan barang dag 
Persediaan barang dag
Ikhtisar L/R
Tidak perlu penyesuaian kecuali jika terdapat koreksi yang perlu disesuaiakan



Dari table diatas perbedaan antara sistem pencatatan secara periodik dengan sistem pencatatan secara terus menerus antara lain:
  • Transaksi pembelian dalam sistem periodik menggunakan akun pembelian sedangkan sistem pencatatan terus menerus menggunakan akun persediaan barang.
  • Transaksi penjualan dalam sistem periodik hanya menjurnal transaksi penjualan sesuai harga jualnya, sedangkan dalam sistem pencatatan terus menerus disamping menjurnal penjualan juga dijurnal harga pokok dari barang tersebut, dan jumlah persediaan barang yang berkurang.
  • Dalam sistem periodik tidak diketahui berapa laba kotor dari transaksi penjualan, sedangkan dengan sistem pencatatan terus menerus diketahui laba kotor penjualan dengan cara mengurangi harga jual dengan harga pokoknya.
  • Nilai persediaan barang dalam sistem pencatatan periodik adalah tetap sesuai nilai persediaan awalnya, sedangkan pada sistem pencatatan terus menerus nilainya selalu berubah setiap adanya mutasi barang.
  • Dalam sistem periodik pada akhir periode akuntansi akan dibuat jurnal penyesuaian untuk menutup nilai persediaan awal dan membuka persediaan akhir. Sedangkan pada sistem pencatatan terus menerus tidak perlu ayat penyesuaian (kecuali ada barang hilang atau rusak
  • Metode ini sudah mulai ditinggalkan karena secara jelas tidak mendukung integrasi system dimana, sepanjang peridode akuntansi berjalan tidak tersedia data mengenai  posisi persediaan. Hal ini menyebabkan data bagian akuntansi kurang mendukung  operasional. Laporan neraca  dan rugilaba tidak akan dapat dibuat sebelum nilai persediaan diketahui




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar